Jumat, 15 Februari 2013
Dubes: Tenaga Ahli Kita Siap Kerjasama Atasi Banjir Jakarta
Den Haag - - Kita memiliki sedemikian banyak tenaga ahli di Belanda dan di seluruh dunia dan mereka siap sedia untuk bekerjasama dengan DKI Jakarta bagaimana mencari solusi terbaik untuk mengendalikan banjir.
Hal itu disampaikan oleh Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda Retno LP Marsudi saat membuka konferensi jarak jauh dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, populer disapa Ahok, hari ini Jumat (15/2/2013).
Konferensi jarak jauh yang diselenggarakan oleh Indonesian Diaspora Network-Netherlands, Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional dan Radio Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia ini mengambil tempat siar di Ruang Nusantara KBRI Den Haag dan Balaikota DKI Jakarta dengan tema Solusi Penanganan Banjir di Jakarta.
Menurut Dubes, masalah banjir ini menjadi sangat mendesak mengingat peristiwa banjir yang kembali terjadi di Jakarta baru-baru ini.
"Berbicara mengenai banjir, water management (tatakelola perairan) menjadi salah satu kerjasama potensial yang dapat dilakukan antara Indonesia dengan Belanda dan negara lainnya," ujar Dubes.
Lanjut Dubes, dalam kaitan hubungan kerjasama bilateral Indonesia-Belanda, kedua negara saat ini mempunyai 94 proyek berkaitan dengan tatakelola perairan dan 27 proyek di antaranya berada di Jakarta dan yang terbaru adalah Jakarta Coastal Defence System.
Disampaikan bahwa Jakarta dan Rotterdam juga mempunyai hubungan khusus dan pekan depan Menteri Luar Negeri Belanda Frans Timmermans akan berkunjung ke Jakarta, kemudian pada 20 Februari Menlu Timmermans dijadwalkan bertemu dengan Gubernur DKI Joko Widodo.
"Kami semua saat ini akan merasa terhormat sekiranya kami dapat memperoleh informasi dari Bapak Wagub mengenai situasi di Jakarta, rencana, serta kerjasama yang dapat kita lakukan," demikian Dubes.
Ikut hadir dan berpartisipasi dalam konferensi jarak jauh ini antara lain Wiwi Tjiook (Kotapraja Rotterdam), Gerard Pichel (Royal Haskoning, river dredging specialist), Prof. Christophe Girot (Eidgenossische Technische Hochschule Zurich, Swiss), Prof. Deden Rukmana (Savannah University, AS), dan Edwin Sutawijaya (Utrecht University, Belanda).nKonferensi ini diikuti peserta dari 40 negara di dunia. (es/es)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar