Samarinda - Seorang orangtua siswa SD swasta di
Samarinda, Kalimantan Timur, curiga karena anaknya mempunyai uang
ratusan ribu rupiah. Setelah ditelusuri, dia mengaku disodomi gurunya.
Sang ortu pun melaporkan guru ke polisi.
"Benar. Ada laporan
dugaan perbuatan sodomi, status MI masih terlapor," kata Kasat Reskrim
Polresta Samarinda, Kompol Agus Siswanto Sik, kepada wartawan di
Mapolresta Samarinda, Jl Bhayangkara, Rabu (5/12/2012).
MI adalah guru bahasa Inggris. Dia digiring ke kantor polisi, Selasa (4/12/2012) sore.
Menurut
Agus, orangtua korban curiga anaknya menjadi korban sodomi setelah
melihat uang ratusan ribu rupiah di dalam tas sekolah anaknya. Setelah
diinterogasi, korban mengaku uang tersebut diberi oleh MI sebagai
imbalan perbuatan tak senonoh.
"Kita periksa MI dan kita tanyakan itu. Dia menyangkal semua laporan orangtua korban," ujar Agus.
Meski
MI yang telah berstatus menikah itu membantah, Agus menegaskan telah
melakukan visum terhadap korban. Saat ini, polisi masih menunggu hasil
visum untuk memperkuat penyidikan. Korban belum bisa dikonfirmasi karena
terus menangis.
Agus menerangkan, apabila dari hasil visum
nantinya menunjukan adanya dugaan pelecehan seksual, maka MI terancam
pasal berlapis. Polisi memerlukan bukti-bukti yang kuat yang mengarah ke
laporan orangtua korban. "Salah satunya melalui hasil visum,"
terangnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar